Ayo Lawan Radikalisme.. Jangan Biarkan Densus88 Bekerja Sendirian

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana cara melawan terorisme? Mereka kuat, bersenjata, berani mati. Padahal seseorang itu mungkin hanya ibu rumah tangga, kuli bangunan, buruh pabrik, tukang tambal ban, penjual cilok. Namun mereka ingin ikut melawan terorisme. Mereka ingin melindungi keluarga mereka. Karena terorisme mengancam kedamaian. Terorisme menistakan Islam.

Ada beberapa hal yang mesti dipahami:

1. Kenali anasir-anasirnya.

Jika kedoknya agama Islam, perlu dipahami, mana yang teroris, mana yang bukan. Tidak semua salafis dan wahabis itu teroris. Tidak semua yang berjenggot dan bercadar itu teroris. Namun teroris biasanya aplikasinya memang begitu. Mereka lahir dari kelompok pemurnian agama dengan tingkat kepekatan doktrin paling ekstrem.

Menggunakan aplikasi kebudayaan Arab itu hak mereka, meskipun itu bukan tradisi Islam Indonesia. Kewajiban masyarakat adalah waspada. Mau dibilang suudzon, paranoia, penakut, itu hak mereka. Tugas orang waras adalah melakukan pencegahan.

Dari segi ajaran, teroris menggunakan ayat-ayat perang untuk mendoktrin. Terorisme juga menggunakan kesenjangan dan kecemburuan sosial dengan dalih agama. Jika melihat video anak-anak berteriak, “Bunuh, bunuh, bunuh”, ini adalah pembibitan terorisme.

Biasanya teroris menyusup dalam kantong kelompok pemurnian agama (enclave). Mereka memasukkan doktrin kekerasan pelan-pelan. Kelompok ini merebut masjid dan sarana pendidikan agama. Kelompok tadi kemudian dijadikan sel tidur (sleepers cell). Ketika teroris hendak menguasai suatu kota, sel tidur ini akan bangun membantu mereka.

Ketika teroris merebut kota Marawi di Filipina, konon mereka hanya butuh 500 orang tentara. Namun kenapa sanggup melumpuhkan aparat keamanan di kota itu? Karena mereka dibantu sleepers cell ini. Mereka yang paham seluk-beluk kota. Sebagian mungkin menjadi kekuatan paramiliter dadakan.

Jadi kantong-kantong kelompok pemurnian ini harus diawasi. Memang hanya Densus88 yang mempunyai daftar jaringan teroris. Mereka yang melakukan penyusupan, pengintaian, penyamaran di kelompok itu. Namun masyarakat harus waspada, jangan mau dijadikan sleepers cell ini. Dalam kondisi darurat pasca-bom Kampung Melayu ini misalnya, waspada jauh lebih diutamakan daripada jadi korban keganasan bom lainnya.

2. Mengukur kemampuan diri.

Tidak semua orang sanggup melawan teroris dan sleepers cell ini. Karena mereka menggunakan dalih agama dan ayat-ayat suci, membawa-bawa nama Tuhan. Sebagian orang juga takut dikeroyok, dibully, diancam, difitnah. Maka sebelum melakukan perlawanan terbuka, ada baiknya mengukur kemampuan diri dulu.

Jika seseorang bisa menulis ya harus melawan dengan tulisan. Pemikir melawan dengan pemikirannya. Yang punya materi dan status sosial melawan dengan menggunakan kelebihannya. Paling apes tentu memberikan dukungan terhadap aksi kontra terorisme secara diam-diam. Banyak berdoa.

Semua itu bisa dilakukan mulai dari hal sederhana. Misalnya membagikan sumber tulisan berisi pencerahan, menjawab komentar sleepers cell yang mulai mendoktrin, melawan hoax dan fitnah mereka, mengingatkan keadaan korban jiwa, kengerian bom, dsb. Namun tetap diukur dengan kemampuan diri. Jika tak sanggup, ajak yang mampu melakukannya.

3. Memperkuat konsolidasi.

Ingat, teroris itu kuat karena mereka terorganisir, militan, berani mati. Orang-orang yang ingin melawan terorisme harus berbuat serupa. Jika teroris berani mati, kelompok kontra teroris harus berani hidup. Berjuang dengan segala cara untuk mencegah upaya destruktif itu dengan daya hidup. Kelompok kontra teroris harus bersatu.

Misalnya dengan membuat kelompok WA, grup rahasia di FB, geng minum kopi, kelompok arisan, barisan ngerumpi, halaqoh keagamaan. Tujuannya untuk konsolidasi. Berbagi informasi. Jika ada oknum terindikasi sleepers cell akut, kelompok ini bisa mengambil tindakan preventif. Misalnya melaporkan pada pihak berwajib.

Kelompok semacam ini juga bisa menggalang donasi. Perjuangan teroris punya dana besar, petro dolar. Kelompok kontra teroris harus berani modal juga. Mereka berani mati, kalian harus berani hidup.

4. Jangan lelah melawan.

Saat terjadi bom, orang-orang heboh mengutuk. Tapi ketika kejadian sudah berlalu, mereka tidak waspada lagi. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan begitu. Terorisme terus bekerja siang-malam. Doktrin mereka menyusup ke sekolah-sekolah islam terpadu, emperan kampus, masjid-masjid, kelompok pengajian. Maka orang-orang waras juga tak boleh lengah. Apapun agama anda, kelompok anda, status sosial anda, jenjang pendidikan anda, teroris ini adalah musuh bersama. Jangan diam. Terus melawan. Terus berbagi informasi. Terus waspada.

Jangan biarkan Densus88 bekerja sendirian. Masyarakat bisa mencegahnya dengan melakukan tekanan. Jika anda pejabat, gunakan jabatan anda untuk menghambat gerakan mereka. Jangan berikan ijin kegiatan yang menjurus doktrinasi. Jika anda tokoh agama, gunakan kemampuan anda untuk melawan balik doktrin mereka. Beri pencerahan dengan terbuka. Jika anda orang kebanyakan, bukan siapa-siapa, berikan dukungan dan doa.

Memang banyak aparat yang konon ikut terdoktrin pemurnian agama. Jika ada indikasi terorisme, jangan takut, laporkan, kabarkan, sebarkan ke kelompok anda atau publik. Mereka tak boleh didiamkan. Mereka harus diberi tahu jalan mereka salah. Doktrin pemurnian berlebihan itu sesat-menyesatkan. Jangan berikan ruang bebas, tekan terus, lawan terus.

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2E0ni6c
via Muslim sejati

Advertisements

Bagaimana Cara ISIS Pikat Anggota Baru Pada Media Sosial …

ISIS telah menggunakan propaganda yang fantastis di media sosial, yang menggambarkan wilayahnya sebagai dunia yang dipenuhi dengan kebahagiaan, untuk merekrut pendukung. ISIS mungkin memang telah kehilangan sebagian besar wilayahnya, namun sangat penting untuk menyadari bahwa ISIS masih bisa memanfaatkan internet dan media sosial untuk merekrut orang-orang dan untuk menyebarkan propaganda fantastis mereka.

 

ISIS saat ini telah kehilangan sebagian besar teritori yang mereka kuasai, termasuk Raqqa. Beberapa warga negara Indonesia yang telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, berhasil melarikan diri dari Raqqa ketika kota tersebut diserang oleh militan anti-ISIS.

Pada bulan September, kepolisian Indonesia mengatakan bahwa sekitar 600 warga negara Indonesia telah bergabung dengan ISIS. Apa yang mendorong mereka untuk merelakan nyawa dan melakukan hal ini?

Cerita dari dua orang wanita Indonesia, Leefa dan Nur, yang kembali pulang setelah bergabung dengan ISIS, dapat memberikan beberapa petunjuk.

Seorang anggota Pasukan Demokratik Suriah memanggil rekan-rekannya saat pertempuran melawan para pejuang ISIS di Raqqa, Suriah, pada tanggal 14 Agustus 2017.

Seorang anggota Pasukan Demokratik Suriah memanggil rekan-rekannya saat pertempuran melawan para pejuang ISIS di Raqqa, Suriah, pada tanggal 14 Agustus 2017. (Foto: Reuters/Zohra Bensemra)

Keduanya mengatakan bahwa mereka pergi ke Raqqa setelah mereka melihat foto-foto dan video ISIS secara online. Leefa mengatakan bahwa dari video-video tersebut, ia membayangkan bahwa Raqqa akan menjadi tempat yang lebih baik untuk hidup.

ISIS telah menggunakan propaganda yang fantastis di media sosial, yang menggambarkan wilayahnya sebagai dunia yang dipenuhi dengan kebahagiaan, untuk merekrut pendukung.

Pejuang ISIS Abu Adam al-Australi—dipercaya adalah pria asal Melbourne bernama Mounir Raad.

Pejuang ISIS Abu Adam al-Australi—dipercaya adalah pria asal Melbourne bernama Mounir Raad. (Foto: Twitter)

UTOPIA ISLAM

Charlie Winter, seorang peneliti di Pusat Studi Radikalisasi dan Kekerasan Politik Internasional (ICSR), dalam laporannya, Mencatat “Kekhalifahan” Virtual (2015), menulis bahwa ISIS memiliki enam instrumen untuk meningkatkan keberadaannya dan tujuan strategisnya. Salah satunya adalah utopia Islam. Yang lainnya adalah kebrutalan, pengampunan, korban, perang, dan kepemilikan.

Utopia Islam adalah dasar dari propaganda fantastis ISIS. Menurut Winter, ini adalah instrumen terpenting ISIS. Mereka mengembangkan cerita mengenai bagaimana umat Muslim akan hidup penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan di bawah kekhalifahan ISIS dan hukum Islam.

ISIS mengembangkan khayalannya dari tujuh tema, yaitu agama, aktivitas ekonomi, pemerintahan, keadilan, kehidupan sosial, perluasan, serta alam dan pemandangan. Di antara tujuh tema tersebut, pemerintahan, agama, dan ekonomi adalah tiga tema teratas.

ISIS mengembangkan cerita bahwa ISIS adalah sebuah sistem pemerintahan yang efektif yang dilengkapi dengan fasilitas sosial yang baik dan perekonomian yang maju. ISIS juga mengklaim bahwa “negara”-nya adalah satu-satunya yang menerapkan Islam yang sesungguhnya. Cerita ini digambarkan melalui video yang menunjukkan orang-orang yang bergabung mempraktikan aktivitas agama, seperti shalat dan berbuka puasa.

Aaron Zelin, Pengamat Richard Borow di Washington Institute for Near East Policy, mengamati siaran media ISIS antara tanggal 18 April dan 24 April 2015. Ia menemukan 32 siaran media yang menggambarkan gagasan fantastis terkait pemerintah, hisba (kebijakan moral), dan mempromosikan khalifah. Dalam siaran-siaran tersebut, ISIS menggambarkan negara Islamnya sebagai kekhalifahan yang sangat indah secara alami, dengan layanan sosial berkualitas tinggi, begitu juga rasa hormat terhadap keadilan.

KHAYALAN

Khayalan—Imajinasi menyenangkan yang tidak berdasarkan pada kenyataan—adalah elemen penting dalam pikiran manusia. Sebagai manusia, kita tidak hanya memahami dunia kita berdasarkan pada apa yang kita lihat dan rasakan, tapi juga berdasarkan apa yang kita pikirkan atau bayangkan. Seseorang atau sekelompok orang dapat mencipatakan khayalan untuk tujuan politik dan strategis.

Target potensial dalam perekrutan ISIS biasanya adalah orang-orang yang memiliki pandangan ‘hitam dan putih’ dalam melihat dunia. Mereka cenderung berpikir dengan istilah yang kategoris, seperti baik dan buruk, benar atau dan salah. Mereka juga biasanya merasa “tidak cukup, tidak dihormati, penuh dengan ambisi yang tidak terpenuhi, marah pada ketidakadilan yang nyata atau yang dirasakan, dan menyalahkan orang lain atau institusi atas kesengsaraan mereka”.

Sementara yang lainnya bermimpi untuk mendapatkan pengalaman keagamaan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan keluhan dan mentalitas ‘hitam-putih’ mereka, ISIS berpotensi mengubah orang-orang semacam ini menjadi pendukung.

MENARIK WARGA NEGARA INDONESIA

Untuk menarik perhatian warga negara Indonesia, ISIS merilis video online yang menunjukkan para anggotanya dari Indonesia yang mengajak warga negara Indonesia lainnya agar bergabung bersama mereka.

Leefa mengatakan bahwa ia kemudian menyesal bergabung dengan ISIS. Ia menjelaskan bahwa ia pergi ke Raqqa karena ia membayangkan bahwa teritori ISIS adalah tempat yang lebih baik untuk hidup dan menjadi seorang Muslim sejati. Ia berharap untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik, juga untuk melakukan operasi untuk masalah lehernya.

Leefa mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan para anggota ISIS sebelum memutuskan untuk pergi ke Suriah dan bergabung dengan kelompok tersebut. Perbincangan satu lawan satu dengan calon anggota adalah bagian dari strategi perekrutan ISIS, karena ISIS memahami bahwa pesan pribadi lebih efektif dalam meyakinkan orang-orang.

Para anggota juga mengadakan pertemuan agama di masjid-masjid untuk menyebarkan propaganda fantastis mereka.

Mereka berjanji kepada semua orang yang pergi ke teritori ISIS bahwa mereka akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan mendapatkan layanan publik gratis, seperti air, listrik, dan rumah. Mereka bahkan berjanji bahwa semua orang akan mendapatkan penghasilan bulanan, juga makanan gratis dan layanan kesehatan.

Namun begitu, kenyataan menunjukkan sebaliknya. Leefa dan Nur menyadari hal itu sesaat ketika mereka tiba di teritori ISIS, mereka menemukan bahwa informasi tersebut, begitu juga teritori ISIS yang mereka bayangkan, berbeda jauh dari kenyataan.

Sekelompok demonstran wanita meneriakkan slogan saat protes terhadap keputusan Presiden Joko Widodo

Sekelompok demonstran wanita meneriakkan slogan saat protes terhadap keputusan Presiden Joko Widodo yang membubarkan sebuah kelompok Islam di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 18 Juli 2017. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Leefa, Nur, dan masyarakat Indonesia lainnya hanya mendengar cerita-cerita dari satu pihak, pihak ISIS. Mereka kekurangan informasi yang akurat mengenai ISIS karena dua alasan.

Dalam era ini, fakta menjadi kurang penting dibandingkan kepercayaan pribadi. Orang-orang cenderung hanya ingin mendengar informasi yang sejalan dengan keyakinan mereka. Memilih-milih informasi yang diinginkan dan secara selektif membaca media/berita, sangatlah biasa terjadi di dalam masyarakat seperti ini. Sehingga, masyarakat hanya mendapatkan cerita dari satu sisi.

Jarak antara Indonesia dan teritori ISIS di Timur Tengah juga membuat masyarakat Indonesia kesulitan untuk mendapatkan informasi langsung dan akurat mengenai ISIS dan situasi nyata di wilayah yang mereka kendalikan.

ISIS mungkin memang telah kehilangan sebagian besar wilayahnya, namun sangat penting untuk menyadari bahwa ISIS masih bisa memanfaatkan internet dan media sosial untuk merekrut orang-orang dan untuk menyebarkan propaganda fantastis mereka.

Metode perekrutan ini telah terbukti efektif untuk menarik banyak orang untuk bergabung dengan ISIS. Sehingga, ini adalah waktu bagi kita untuk menemukan cara untuk melawan propaganda jenis ini, juga untuk mengamankan masyarakat kita dari hal ini.

Oleh Wendy Andhika Prajuli, Dosen Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara. Artikel ini pada awalnya dipublikasikan di The Conversation.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2xZ5tyS
via Muslim sejati

Sebuah Analisa Facebook Masih Jadi Lahan Produksi Radikalisme

Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyatakan Facebook masih menjadi media yang potensial untuk menyebarkan radikalisme. Temuan itu didapatkan setelah mereka mengadakan riset dalam rentang waktu September-November 2017.

“FB [Facebook] tetap menjadi yang dominan dibanding dua platform lain meskipun belakangan kalau target segmentasi ke generasi Z, Instagram akan lebih jauh dominan,” kata salah satu peneliti PSBPS Subkhi Ridho di Aula Muhammadiyah, Menteng

Subkhi menerangkan, dari total 262 juta orang penduduk Indonesia, ada sekitar 132 juta orang merupakan pengguna internet dan 106 juta merupakan pengguna media sosial.

Dari angka itu, kata dia, sekitar 60 persen (108 orang/komunitas) merupakan produsen radikalisme dari Facebook, 36 (64 orang/komunitas) persen hanya sebagai penyebar radikalisme. Sementara konsumen sekitar 4 persen (8 orang/komunitas).

Di Twitter, angka produsen penyebar pandangan radikalisme sebesar 39 persen (79 orang/komunitas), distributor sekaligus produsen radikalisme sekitar 22 persen (43 orang/komunitas), distributor 29 persen (58 orang/komunitas). Sementara konsumen sebesar 10 persen (20 orang/komunitas).

Di sisi lain, untuk Instagram, produsen radikalisme sebesar 44 persen (30 user atau akun), 53 persen (25 akun atau orang) berperan sebagai distributor dan konsumen sebatas 3 persen (2 akun/orang). Pencarian tersebut diperoleh berdasarkan penelusuran penyampai pesan radikal di jagad media sosial.

Dalam temuan mereka, latar belakang yang memproduksi dan menyebarkan pesan radikal adalah sarjana dengan dominasi laki-laki. Para responden diduga terpengaruh buku-buku dan tokoh. Mereka menggunakan referensi sejarah, YouTube dan tokoh-tokoh agama.

Medsos Jadi Alat Penyebaran Konten di Website

Sementara peneliti lain Agus Triyono menegaskan, media sosial tidak hanya menjadi faktor kunci, tetapi juga menjadi penghubung untuk menyebarkan konten-konten dari website atau portal radikalisme.

“Keduanya (sosmed-website) memerahkan yang sama dalam konteks radikalisme,” Kata Agus di Aula Muhammadiyah, Menteng, Jakarta

Menurut Agus, website dan media sosial mempunyai segmentasi yang berbeda. “Di generasi Z sekarang dia tidak membaca di website. Dia membaca di link yang disebarkan oleh orang lain. Jadi misalkan saya public figure, guru, follower saya jutaan itu saya share link berita baru kemudian mereka merefer ke sana,” kata Agus.

“Mereka tidak langsung datang ke website dulu, membaca beritanya. Sehingga public figure mempengaruhi narasi apa yang berkembang,” lanjut Agus.

Agus menerangkan, website Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah yang menyajikan informasi kontra radikalisme tidak akan dilihat oleh generasi milenial sekarang. “Website menentukan narasi apa yang dibangun karena sosmed itu kemudian merefer pada narasi yang dibangun di website,” kata Agus.

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2y39Jxg
via Muslim sejati

Wanita ini Mualaf Setelah Diberikan Jus oleh Seorang Pria

Banyak kisah mualaf yang datang dari sejumlah wanita di negara bagian barat, Amerika Serikat misalnya. Seperti kisah Anna Maidi yang memutuskan mualaf setelah bertemu pria yang menawarkannya sebotol jus.

Dilansir dari Indiana Daily Student, Anna bercerita kalau perjalanannya menjadi mualaf dimulai ketika ia sedang berada di Hoosier Cafe pada 2006 lalu. Kala itu, ia merupakan seorang mahasiswi baru di Indiana University, Amerika Serikat, yang sedang membaca buku di kafe tersebut.

Di kafe itu juga, Anna bertemu jodohnya Chabane Maidi. Anna dahulu beragama Kristen dan Chabane Islam yang taat. Saat berada di kafe, banyak mahasiswa yang mengabaikannya. Namun Chabane datang dan menawarkan sebotol jus untuk Anna walaupun tidak kenal sebelumnya. Lalu Anna bertanya mengapa Chabane baik sekali memberikannya satu botol jus.

Chabane yang merupakan Islam taat bercerita sedikit tentang agamanya. Dalam Islam diajarkan bagaimana saling mengasihi satu sama lain bukan berbuat jahat seperti yang diberitakan media massa terutama setelah tragedi 11 September. Anna pun mencoba mengerti dan menyimak. Setelah itu, rasa ketertarikan Anna akan omongan Chabane soal Islam cukup membuatnya penasaran.

Lantas Anna tidak langsung mualaf. Namun ia berteman baik dengan Chabane hingga menjalin hubungan asmara. Chabane tidak memaksa Anna masuk Islam tapi ia melihat betapa pria yang disukainya memiliki perasaan kuat terhadap agamanya dan Al Quran.

Anna pun penasaran apa yang membuat Chabane begitu menyukai Al Quran. Awalnya Anna merasa kesulitan untuk membaca lembar demi lembar Al Quran karena kesibukan kuliahnya sampai pada 2009 ia ditawari magang di Prancis.

Saat berada di Prancis, waktunya lebih luang sehingga Anna bisa menelaah Al Quran. Anna mengaku tersentuh saat membacanya sampai akhirnya ia memutuskan menjadi mualaf. Ia resmi menjadi mualaf pada minggu terakhir sebelum kembali ke Amerika Serikat.

Setelah kembali ke Amerika, Anna tidak langsung memberitahu Chabane kalau ia sudah menjadi mualaf. “Saya tidak langsung memberitahu dia karena saya sedang mencoba menjadi diri sendiri dan dekat dengan Tuhan. Ketika saya memberitahu Chabane, dia langsung terharu dan mengajak saya menikah,” jelas Anna.

Anna mengaku memiliki perubahan hidup yang signifikan setelah menjadi mualaf. Ia merasa lebih damai dan lebih baik dari sebelumnya. Namun perjuangannya setelah menjadi mualaf dimulai saat ia memutuskan untuk memakai kerudung.

Wanita yang kini mempunyai dua orang anak itu mengatakan untuk berhijab tidaklah mudah. Perlu pertimbangan yang matang. Bahkan Anna sempat tidak ingin melihat wajahnya ke cermin saat pergi ke luar rumah memakai jilbab.

Anna juga khawatir akan tatapan orang lain kepadaya. “Ketika saya tampil tertutup (memakai jilbab), orang-orang menatap saya dan saya jadi bertanya-tanya ‘Apakah mereka membenciku?’ Kadang ketika seseorang mendekati Anda, Anda juga akan menjadi khawatir,” ceritanya.

Anna menambahkan, menurutnya ada empat tipe orang yang ditemuinya setelah mualaf dan memakai kerudung. Pertama orang-orang yang menghormati umat Islam. Mereka menyadari kalau muslim sama seperti warga lainnya.

Ada pula kelompok orang kedua yang kata Anna mereka cukup diam saja saat melihat wanita berjilbab tapi sedikit merasa khawatir dengan apa yang dilihat melalui media massa. Dan ketiga adalah orang-orang yang membenci wanita muslim dan Islam.

Terakhir kelompok muslim paling berbahaya yang membenci muslim dan termasuk Islamophobia hingga melakukan penyerangan baik secara fisik maupun verbal. Ini yang paling dikhawatirkan oleh Anna namun punya suami dan keluarga yang mendukung tentu membuat dirinya merasa tegar.

Anna juga mengatakan kalau setelah berhijab tidak hanya orang lain yang memberikan tatapan aneh, beberapa temannya pun demikian. Mereka seperti bertanya-tanya mengapa Anna mualaf dan memutuskan berhijab?

Dengan lembut dan pelan, Anna mencoba menjelaskan apa yang dialaminya. Setelah dia menjelaskan alasan dan keyakinannya kepada mereka, mereka bisa mengerti dan menerimanya. Anna pun tak menyesal telah menjadi mualaf dan dia berterima kasih kepada Tuhan karena sudah dipertemukan oleh Chabane.

“Saya sudah dewasa sekarang. Saya punya anak. Muslim kini menjadi bagian dari diri saya. Saya bersyukur sepanjang waktu kepada Tuhan telah dipertemukan dengan Chabane melalui botol jus itu, karena tanpanya, di mana saya berada sekarang?” tambahnya.

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2pBHotl
via Muslim sejati

Hijabers pertama yang mengikuti kontes kecantikan di AS

 

Meski banyak isu beredar tentang kemungkinan Trump bakal memperlakukan Muslim layaknya Hitler terhadap kaum Yahudi, namun kaum Muslim tak gentar. Mereka malah justru semakin menunjukkan jati diri dan kekuatannya.


Bukan hanya soal politik, namun Muslim juga makin menunjukkan diri di berbagai bidang di Amerika, termasuk fesyen dan juga kontes kecantikan. Di tahun ini, kontes kecantikan Miss Minnesota USA memiliki seorang perempuan Muslim yang berhijab sebagai pesertanya.

Halima Aden adalah perempuan Muslim pertama yang berkompetisi di ajang Miss Minnesota USA yang menggunakan full hijab. Untuk sesi pakaian renangnya, dia menggunakan burkini pada kontes 26 November 2016 lalu.

Namun terbukti hijab bukan hambatan untuk tampil di kontes kecantikan. Mengutip Metro, Aden justru tampil maksimal.

Sayangnya, Halima Aden tak berhasil menjuarai kontes ini. Dia tak sampai ke babak semi final kontes tersebut. Dia mengatakan, lewat keikutsertaannya pada kontes ini, dia ingin mengingatkan orang-orang bahwa kecantikan bisa datang lewat berbagai bentuk.

Dari 45 orang kontestan, Halima Aden berhasil mencapai peringkat 15 besar. Ini prestasi yang cukup lumayan untuk kontestan yang pertama kali ikut serta.

“Banyak orang yang akan melihat Anda dan akan gagal melihat kecantikan karena Anda menutupinya. Jadi saya tumbuh dan hanya bekerja pad orang yang mengapresiasi kemampuan serta memberi kesempatan lain sehingga mereka tahu saya selain dari pakaian,” kata Aden dikutip dari US Magazine.

Dalam penampilan formalnya, perempuan keturunan Somalia-Amerika ini tampil dengan cantik dengan gaun hitam dan merah yang cantik. “Saya rasa saya ingin menghilangkan miskonsepsi dan stereotipe tentang perempuan Muslim,” ucapnya kepada ABC 5.

“Saya sangat bangga bisa jadi bagian dari kontes ini,” ucapnya.

“Coba saja, Anda mungkin tak menang, mungkin gadis-gadis lain. Jangan biarkan hal ini menghambat Anda.”

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2NTzVEM
via Muslim sejati

Mualaf Cantik Korea yang Belajar Islam dari Internet

Nama Ayana Jihye Moon belakangan tengah menjadi perbincangan hangat terutama di Indonesia. Wanita yang akrab disapa Ayana Moon ini, merupakan seorang selegram asal asal Korea Selatan yang memutuskan untuk menjadi mualaf sejak 2012 lalu.
Wanita cantik ini memilih memeluk islam dan memutuskan untuk berhijab setelah penasaran dengan budaya Timur Tengah. Ia menceritakan perjalanan dirinya untuk menjadi mualaf lewat akun Youtube pribadinya @xolovelyayana. Perempuan kelahiran 28 Desember 1995 ini menceritakan proses dan perjalanan dalam mengenal hingga memeluk agama Islam.
Ayana Moon menuturkan bahwa pada berusia usia 8 – 9 tahun, ia mengetahui perang Irak lewat internet. Saat itu ia mengaku baru pertama kalinya mendengar ada negara bernama Irak, sehingga rasa penasarannya untuk mengetahui negara Irak muncul.
Dengan mengunakan internet, ia pun akhirnya mencari tahu segala hal tentang Irak dan penduduknya. Dalam penelusurannya, ia pun akhirnya mengetahui bahwa bahwa negara Irak memiliki masyarakat yang mayoritasnya memeluk agama Islam. Awalnya kata Islam kedengaran imut baginya, bahkan ia mengaku kata Islam tidak kedengaran seperti nama sebuah agama.
Rasa penasarannya mengenai agama Islam pun kembali muncul. Ia pun kembali mengulik segala hal yang berbau dengan agama Islam.
“Aku melihat mereka menggunakan pakaian longgar, mereka menutupi wajah (dengan cadar) dan tidak menggunakan hijab seperti yang aku kenakan sekarang,” ujar Ayana.

Ayana Jihye Moon

Ayana Jihye Moon (Foto: Instagram @xolovelyayana)

Dalam proses mengenal Islam, Ayana Moon juga sempat memiliki pemikiran yang negatif mengenai orang-orang yang beragama Islam. Pemikiran bahwa Islam adalah teroris dan anggota ISIS, sempat membuatnya membenci agama Islam.
Namun ketertarikannya akan budaya Timur Tengah serta membaca pengalaman orang-orang yang tinggal di Timur tengah, membuatnya melihat Islam dan Muslim dengan pemikiran yang baru.
Ia juga menambah pengetahuan soal Islam dengan menonton semua program acara dokumenter Korea Selatan yang membahasa mengenai Islam.
Sepuluh tahun berlalu, rasa penasaran dan ketertarikannya akan agama Islam dan Timur Tengah semakin dalam. Guru dan keluarganya juga mengakui bahwa dirinya tahu banyak tentang Islam.
Pada saat duduk di bangku sekolah menengah atas, Ayana Moon memilih bergabung dengan WAMY sebuah majelis pemuda muslim di Korea Selatan. Ia menjalani perkemahan selama tiga hari dua malam, selama musim panas untuk belajar tentang Islam dan Muslim bersama anggota WAMY lainnya.
Orang tuanya sempat memiliki rasa takut dan khawatir, ketika harus membiarkan Ayana Moon bergabung dengan WAMY Camp. Saat itu kedua orang tuanya masih memiliki pandangan yang buruk tentang Islam, perilaku kriminal Muslim serta tentang buruknya tinggal di negara Muslim. Bahkan orang tuanya menyuruhnya untuk segera menghubungi mereka apabila selama acara itu ia bertemu dengan orang asing yang mengerikan.
Selama mengikuti acara Mualaf Cantik Korea yang Belajar Islam dari Internet ia berkesempatan mengunjungi masjid yang ada di Korea Selatan. Ia juga bertemu dengan seorang wanita cantik yang merupakan pemimpin majelis pelajar muslim. Saat itu Ayana melihat di dalam masjid itu tidak ada satu orang pun yang menggunakan cadar. Ia kemudian sadar bahwa selama ini ia salah paham dalam menafsirkan agama Islam.

Ayana Jihye Moon

Ayana Jihye Moon (Foto: Instagram @xolovelyayana)

Dalam acara itu ia belajar banyak tentang Islam dan banyak bergaul dengan para anggota yang telah memeluk agama Islam. Rasa penasarannya akan agama Islam semakin dalam setelah acara itu.
Akhirnya ia pun memutuskan untuk bergabung dengan Mualaf Cantik Korea yang Belajar Islam dari Internet , sebuah program yang diadakan di masjid setiap minggu. Dan ia bertemu dengan seorang mentor yang bernama Amin hingga pada akhirnya Ayana Moon memutuskan untuk menjadi seorang Muslimah Korea Selatan.
Meskipun memutuskan menjadi muslimah satu-satunya di dalam keluarganya, namun Ayana Moon mengaku orang tuanya tidak melarang dan menghargai keputusannya.

Ayana Jihye Moon

Ayana Jihye Moon (Foto: Instagram @xolovelyayana)

Setelah tamat SMA Ayana Moon pun memutuskan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi di salah satu universitas Islam di Malaysia, dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Selama hidup di Malaysia, Mualaf Cantik Korea yang Belajar Islam dari Internet mengaku senang karena orang-orang terdekat bisa menerimanya.
“Sebenarnya aku tidak menghadapi banyak kesulitan atau bahkan menderita dalam proses mengenal Islam. Jadi cerita ini memang sangat pendek. Dan walaupun angka umat Muslim di Korea masih sedikit, namun terus meningkat. Aku harap ceritaku bisa memberikan orang lain kesempatan untuk bisa berbagi cerita mereka,” tutup Mualaf Cantik Korea yang Belajar Islam dari Internet .

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2Irtd2O
via Muslim sejati

Muslim Sejati News : Penemu Pesawat Ternyata Ilmuwan Muslim

 

Ketika sedang berkesempatan naik pesawat terbang, pernahkah terlintas difikiran kita siapa yang kali pertama membuat pesawat ? atau setidaknya yang menginspirasi sehingga ada ide untuk menciptakan benda yang bisa melintas menembus awan tersebut.

Ketika kita membuka literature  pelajaran sekolah tentu saja akan menemukan catatan sejarah pesawat terbang diciptakan oleh ilmuwan barat yaitu Roger Bacon yang kemudian dikembangkan oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright). Namun fakta sebenarnya bukanlah demikian, yang benar adalah bahwa ide dan inspirasi terciptanya pesawat berasal dari cendekiawan islam.

Penolakan (penyembunyian) fakta prestasi ilmuwan muslim  bukanlah hal yang mengejutkan dan mengherankan karena dunia barat tidak ingin merasa berada dibawah umat muslim dalam membangun keberadaban dan ilmu pengetahuan di dunia ini. Ketika ada yang menjelaskan bahwa sebenarnya pesawat terbang adalah hasil temuan cendekiawan muslim mungkin akan ada rasa ketidakpercayaan padahal itu adalah fakta yang sebenarnya.

Seorang ilmuwan yang bernama Ibnu Firnas dari Andalusia (Spanyol) terinspirasi kejadian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, tetapi dia sadar bahwa manusia biasa tak mungkin bisa naik Bouraq kendaraan Nabi Saw untuk Isra’ Mi’ raj, karena dia hanya manusia biasa, bukan seorang nabi.

Namun demikian beliau selalu memimpikan agar suatu saat manusia bisa terbang bebas laksana burung di angkasa.  Sekitar tahun  852 MIbnu Firnas (Armen Firman),  mulai meneliti gerak aerodinamika, fisika udara, anatomi burung dan kelelawar. Sampai pada suatu saat beliau menyimpulkan bahwa manusia bisa terbang sehingga terciptalah sebuah alat terbang yang menggunakan prinsip kepakan/lambaian sayap seperti yang ada pada burung, kelelawar atau serangga.

Dalam percobaannya dia naik menara Masjid Cordoba, disaksikan oleh ribuan orang di bawahnya, lalu melompat dan melayang terbang sejauh kira-kira 3 KM dan mendarat dengan selamat.  Ribuan orang bertepuk tangan dan terheran atas ciptaannya.

Waktu itu dunia barat masih dalam masa  kegelapan sehingga menganggap hal tersebut adalah sihir  Ibnu  Firnas. 500 tahun kemudian temuan  Ibnu Firnas menjadi dasar literature Roger Bacon dalam megembangkan pesawat dan 200 tahun kemudian, tepatnya pada awal abad 19 menginspirasi Wright Bersaudara menciptakan pesawat terbang.

Fakta diatas seharusnya menjadi bagian dari kajian pelajaran sejarah sehingga generasi sekarang khususnya umat muslim akan lebih bangga terhadap komunitasnya karena telah terbukti bahwa islam memang membangun peradaban dan seharusnya barat secara jujur mengakui dan tidak menyembunyikan fakta tersebut.

Oleh : Winardi Jadmiko

Sumber :

Thobroni, M., 2010, “Cendekiawan Muslim dan Penemuan-Penemuan Paling Brilian dari        Dunia Islam”, Titan, Jogyakarta

https://ift.tt/2DQTLfk

https://ift.tt/2xJuOgf

http://akhwatsangpropaganda.blogspot.com

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2DH0oAH
via Muslim sejati

Blogger Muslim Pertama Yang Muncul Di Iklan Kosmetik Amerika

Kalau bukan merek halal dan islami, mungkin wanita berhijab gak akan muncul dalam promo dan iklan merek kosmetik. Tapi merek kosmetik yang satu ini berani mengubah stereotip dan menampilkan blogger kecantikan muslim di promo produk terbarunya. Selain kelihatan beda, si blogger ini disandingkan sama Katy Perry di dalam iklannya lho. Siapa dia?

Nura Afia

https://www.instagram.com/p/BLJqcE8BjtS/embed/?cr=1&v=7&wp=500&rd=https%3A%2F%2Fwww.feedme.id&rp=%2Ftren%2Fblogger-muslim-pertama-amerika%2F2%2F#%7B%22ci%22%3A0%2C%22os%22%3A6972%7D

Nura Afia, vlogger yang punya akun YouTube bernama Babylailalov ini jadi model promosi produk terbaru CoverGirl, merek kosmetik asal Amerika yang udah ada sejak 1989. Nura Afia jadi wanita muslim berhijab pertama yang muncul di iklan kosmetik Amerika. Dia dan kelima orang lainnya yang juga termasuk Katy Perry dan Sofia Vergara berpose di iklan CoverGirl untuk produk maskara terbaru. Di YouTube, Nura Afia emang gak seproduktif Nikki Tutorial atau Kathleen Lights yang sering upload video sampai tiga kali seminggu, tapi CoverGirl kelihatannya suka tuh sama hasil dandanan Nura Afia sampai mereka memutuskan memilih Afia sebagai ambassador-nya.

Papan iklan gede yang mempromosikan produk baru CoverGirl juga udah mejeng di Time Square, New York lho. Dengan mengambil tema #lashequality, kelihatan kalau CoverGirl mau memperlihatkan kesetaraan dalam dunia kosmetik. Karena sebelumnya, merek ini udah memperkenalkan James Charles sebagai CoverBoy, atau cowok pertama yang muncul di iklan kosmetik buat cewek. Dalam foto ada James Charles, Amy Phan, Sofia Vergara, Chloe + Halle, Nura Afia, dan Katy Perry.

Kamu bisa lihat, kalau ada orang-orang dengan berbagai gender dan ras jadi satu dalam iklan ini. Nah, buat produknya sendiri, maskara bernama So Lashy Mascara punya kuas yang “aneh” dengan ujung kuas yang seperti bola kecil. Gimana menurut kamu, keren atau aneh? Yuk bagikan juga ke teman kamu yang doyan dandan!

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2NDiGaB
via Muslim sejati

Kajian HOAX dalam Al-Qur’an : Tafsir Q.S. al-Ĥujurāt Ayat 6

Salah satu persoalan sosial yang muncul beriringan dengan kemajuan dan perkembangan media sosial- seperti: facebook, twitter, whatsapps dan sebagainya- adalah hoax. Dalam bahasa Indonesia, hoaxmerupakan istilah/ kata serapan yang semakna dengan “berita bohong”. Hoax yang biasa diartikan sebagai upaya memperdaya banyak orang dengan sebuah berita bohong (deceive somebody with a hoax); memperdaya beberapa/ sekumpulan orang dengan membuat mereka percaya pada sesuatu berita yang telah dipalsukan.

Selanjutnya, bagaimana tuntunan Al-Quran al-Karim terkait dengan hoax? Terdapat beberapa ayat yang menyinggungnya secara langsung maupun tidak langsung. Q.S. al-Ĥujurāt/ 49: 6 merupakan salah satu ayat yang secara eksplisit memberikan tuntunan kita dalam menyikapi terhadap hoax.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِنْ جاءَكُمْ فاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصيبُوا قَوْماً بِجَهالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلى‏ ما فَعَلْتُمْ نادِمينَ (6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. al-Ĥujurāt/ 49: 6).

Menurut Jawad Mugniah dalam at-Tafsīr al-Mubīn, ayat ini menunjukan dengan jelas tentang haramnya mengambil berita dari orang fasik tanpa melakukan klarifikasi (tabayyun) kebenarannya. Pengambilan berita dari orang fasik dikhawatirkan akan membahayakan bagi orang lain. Dalam istilah ushul fiqh, ayat ini juga menunjukan larangan untuk mengikuti tata cara orang-orang fasik.

Bersandar pada ayat ini, sebagian ulama juga berargumen kewajiban untuk mengambil berita dari orang yang terpercaya (tsiqah), tanpa harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Oleh karenanya, dalam kajian ilmu hadis, sebuah kabar hadis aĥad yang terpercaya (tsiqah)- hadis yang diriwayatkan hanya satu orang, tidak secara mutawātir sebagaimana ayat-ayat Al-Quran- dapat diterima dan bisa dijadikan sebagai argumen.

Ayat ini juga mengajarkan untuk mengenali tanda-tanda orang fasik? Fa-sa-qa atau fasik- sebagaimana disebutkan oleh Ibn Fāris dalm Maqāyis– adalah keluar dari jalur keta’atan. Demikian juga al-Mushtafawī dalam at-Tahqīq fī Kalimāt al-Qur’ān menjelaskannya sebagai keluarnya sesuatu dari hal-hal yang disepakati, baik secara agama, akal maupun hukum natural. Tandasnya, merujuk pada ayat-ayat Al-Quran maka yang dimaksud sebagai orang fasik adalah orang yang keluar dari ketentuan akal sehat, adab sopan santun dan agama.

Berangkat dari medan kosakata fa-sa-qa/ kefasikan tersebut maka medan semantiknya sangat luas. Oleh karenanya, sangat sulit menentukan seseorang yang belum kita kenali kredibilitasnya sebagai orang jujur.

Melalui Q.S. al-Ĥujurāt/ 49: 6, Allah swt memberikan tuntunan kepada kita agar bersikap hati-hati, tidak gegabah dan tidak tergesa-gesa dalam menerima sebuah berita, khususnya jika berita tersebut datang dari seorang yang sudah dikenali kefasikannya. Ayat ini juga mengisyaratkan agar kita selalu melakukan klarifikasi/ tabayyun saat menerima berita dari orang yang tidak kita kenali.

Ayat ini memberikan tuntunan kepada kita agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyampaikan sebuah berita, apalagi berita tersebut menyalahi beberapa ketentuan yang sudah berlaku/ telah disepakati seperti ketentuan akal sehat, adab sopan santun maupun agama. Tuntunan agama agar kita menjadi orang yang lebih cerdas dalam bersikap. Berusaha untuk menyampaikan berita yang benar, bukan bohong/ hoax. Implikasi dari kesalahan dalam menerima maupun menyampaikan berita adalah menimbulkan dampak negatif, yakni: merusak sebuah tatanan masyarakat. “… Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Hal ini selaras dengan pesan-pesan yang terkandung dalam Q.S. al-Aĥzāb/ 33: 70-71. Yakni, segala kebenaran baik dalam sikap dan tutur kata- terliput di dalamnya kabar yang benar- akan lebih dekat kepada ketakwaan. Takwa merupakan penyokong kebenaran dalam berucap dan bertutur kata. Ucapan dan tutur kata yang benar akan menjadi salah satu sebab kebaikan tindakan. Selanjutnya, tindakan yang baik akan menjadi faktor/ sebab diampuninya sebuah kesalahan/ dosa-dosa kita.

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ قُولُوا قَوْلاً سَديداً (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ فازَ فَوْزاً عَظيماً (71)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (Q.S. al-Aĥzāb/ 33: 70-71).

 

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2IfA92Q
via Muslim sejati

Keutamaan Muslim Tutup Aib Saudaranya

Ustad Muhamad Ikrom menuturkan, bahwa ada sebuah kisah dari Rasulullah SAW menceritakan ada seorang Mukmin kelak pada hari Kiamat yang mempunyai keistimewaan karena di dunia ia suka menutup aib saudaranya.

Di saat menghadap Allah SWT, berbicara di hadapan Allah SWT, ia mendapatkan perlakuan khusus. Pada saat itu orang-orang yang menghadap kepada Allah SWT, berbicara kepada Allah SWT, maka pembicaraan antara dia dengan Allah SWT akan dipertontonkan di hadapan lautan manusia, termasuk segala perbuatan maksiat yang pernah ia lakukan selama di dunia juga akan diperlihatkan di depan manusia.

Semua akan ditampakan. Akan tetapi, khusus bagi mereka yang suka menutup aib saudaranya di dunia maka akan dibuatkan tirai yang melindungi pembicaran antara orang tersebut dengan Allah SWT sehingga tidak bisa didengar oleh siapapun. Yang bisa tahu dan dengar pembicaran tersebut hanya dirinya dengan Allah SWT.

Ketika itu Allah mengatakan, “Wahai Fulan, bukankah kamu pada hari sekian, waktu sekian dan dalam keadaan sekian telah berbuat maksiat ini dan itu ?”. Disebutkan semuanya oleh Allah SWT perbuatan maksiat atau keburukan yang pernah ia lakukan selama di dunia. Ia pun mengakuinya. Hanya saja pembicaraan ini ditutup oleh Allah SWT, dan tidak dipertontonkan di hadapan manusia. Meskipun dosanya tetap dibicarakan oleh Allah SWT tetapi tidak diperlihatkan kepada orang-orang saat itu. Hanya dirinya dan Allah SWT yang tahu. Allah SWT katakan kepada orang tersebut, “Dulu sewaktu hidup di dunia engkau menutup aib saudaramu maka sekarang ini semua dosamu diganti dengan kebaikan (hasanat).”

Bayangkan kegembiraan yang bakal ia dapatkan di akhirat kelak. Bukan hanya aibnya yang ditutup oleh Allah SWT saja bahkan Allah SWT menjamin akan mengganti dosa-dosanya dengan kebaikan. Semua ini ia peroleh karena dulu ia suka menutup aib saudaranya di dunia.

Lantas, apakah ada keutamaan bagi orang yang menutup aib orang lain?

Ustad Ikrom menerangkan kepada Aktual.com, Kamis (14/04), di Jakarta, bahwa keutamaan sudah tentu hal tersebut ada dan keutamaannya yaitu:

1. Allah SWT akan menutupi aib-nya di dunia dan di akhirat kelak

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya, “Barang Siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib orang tersebut di dunia dan akhirat.”(HR. Ibnu Majah).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya, “Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.”(HR. Tirmidzi).

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya, “Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”(HR. Muslim)

مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَشَفَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ كَشَفَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ بِهَا فِي بَيْتِهِ

Artinya, “Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.”(HR. Ibnu Majah).

2. Keutamaan menutup aib saudara seperti menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup

مَنْ رَأَى عَوْرَةً فَسَتَرَهَا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً

Artinya, “Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya, maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup.”(HR. Abu Daud).

مَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا كَانَ كَمَنْ أَحْيَا مَوْءُودَةً مِنْ قَبْرِهَا

Artinya, “Barangsiapa menutupi aib seorang mukmin maka ia seperti seorang yang menghidupkan kembali Mau`udah dari kuburnya.”(HR. Ahmad)

from MUSLIM SEJATI https://ift.tt/2ORgc4Z
via Muslim sejati